Beton adalah bahan
material yang memiliki kuat tekan yang tinggi dan kuat tarik yang rendah.
Sementara Baja adalah bahan material yang memiliki kuat tarik yang tinggi dan
kuat tekan yang rendah. Oleh karenanya diciptakanlah yang namanya beton
bertulang dengan tujuan menyatukan kelebihan dari beton dan baja sehingga
material ini memiliki kuat tekan yang tinggi dan memiliki kuat tarik yang
tinggi pula. Jadi dapat disimpulkan Beton
bertulang : beton yang mengandung batang tulangan dan direncanakan
berdasar-kan anggapan bahwa kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul
gaya-gaya.
cth : Luas 1400 bisa menggunakan 4 d22, 5 d19, atau 7 d16
Catatan :
Dari tabel terlihat bahwa 4 d22 = 1521, 5 d19 = 1418, dan 7 d16 = 1408. Meskipun 7 d16 secara teoritis paling hemat, dalam praktek bisa jadi justru yang paling boros! Kenapa? Karena mengikat/ merakit 7 buah tulangan tentu lebih repot dibanding mengikat 5 buah tulangan. Belum lagi pengangkutan, pembengkokan dan lainnya.
Pramono, Handi dan Rekan ILT Komputer. 2006. Buku Latihan 17 Aplikasi Rekayasa Konstruksi Menggunakan SAP 2000 versi 9. Jakarta : PT Alex Media Komputindo
Kali
ini aku tidak akan membahas lebih jauh tentang beton bertulang melainkan aku
hanya ingin membahas tentang tulangan bajanya saja.
Jika
hasil desain strukturnya sudah ada, misal kebutuhan luas tulangan 1400 mm3,
kita bisa tentukan kebutuhan tulangan dengan hitungan praktis yang ternyata
cukup rumit dan tidak praktis. Saat itu timbul suatu pertanyaan, apakah ada
cara yang lebih mudah, praktis dan efisien??? Jawabannya tentu ada, yaitu
dengan melihat tabel yang sudah melalui hitungan sebelumnya.
Ok
deh berikut Tabel-tabel Tulangannya . . .
cth : Luas 1400 bisa menggunakan 4 d22, 5 d19, atau 7 d16
Catatan :
Dari tabel terlihat bahwa 4 d22 = 1521, 5 d19 = 1418, dan 7 d16 = 1408. Meskipun 7 d16 secara teoritis paling hemat, dalam praktek bisa jadi justru yang paling boros! Kenapa? Karena mengikat/ merakit 7 buah tulangan tentu lebih repot dibanding mengikat 5 buah tulangan. Belum lagi pengangkutan, pembengkokan dan lainnya.
cth : Luas 380 misalnya bisa menggunakan d10-200,
atau d8-125
Daftar Pustaka :Pramono, Handi dan Rekan ILT Komputer. 2006. Buku Latihan 17 Aplikasi Rekayasa Konstruksi Menggunakan SAP 2000 versi 9. Jakarta : PT Alex Media Komputindo




